Senin, 27 September 2021

» Berita Terkini » PA Kuala Kapuas Mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak Tahun 2021
PA Kuala Kapuas Mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak Tahun 2021

Kuala Kapuas | www.pa-kualakapuas.go.id

Hari Raya Waisak jatuh pada tanggal 26 Mei 2021. Waisak menjadi hari suci agama Buddha. Di berbagai negara, Hari Waisak juga dirayakan. Seperti Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka.

Dalam buku Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewati Prasasti (2012) karya Boechari, di beberapa tempat perayaan tersebut juga dikenal sebagai “Hari Buddha”. Dalam perayaan Waisak, diperingati tiga peristiwa dengan nama Trisuci Waisak. Di mana perayaan dilakukan pada purnama pertama bulan Mei, sehingga tanggal jatuhnya Hari Raya Waisak bisa berbeda setiap tahunnya. Peristiwa Trisuci Waisak, yaitu: Lahirnya Pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta merupakan anak seorang raja, yaitu Raja Sudodhana dan Ratu Mahamaya. Siddharta lahir di Taman Lumbini pada 623 Sebelum Masehi.

Lahirnya Siddharta ke dunia sebagai calon Buddha yang akan mencapai kebahagiaan tertinggi. Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung Pada usianya ke-35 tahun, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Sempurna dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada saat bulan Waisak. Parinibbana Buddha Gautama parinibbana atau wafat di Kusinara dalam usia 80 tahun pada 543 Sebelum Masehi.

Seorang Biksu menyalakan lilin pelimpahan jasa dalam perayaan Waisak di Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Prosesi penyalaan lilin pelimpahan jasa itu merupakan sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia serta mendoakan umat manusia dibumi dalam rangkaian perayaan Waisak. Seorang Biksu menyalakan lilin pelimpahan jasa dalam perayaan Waisak di Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Prosesi penyalaan lilin pelimpahan jasa itu merupakan sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia serta mendoakan umat manusia dibumi dalam rangkaian perayaan Waisak di Borobudur Dilansir dari Balai Konservasi Borobudur, tradisi umat Buddha merayakan Hari Waisak di Candi Borobudur sudah dilakukan sejak 1929.

Perayaan ini dimulai oleh Himpunan Teofosi Hindia Belanda. Di mana salah anggotanya campuran antara orang Eropa dan Jawa ningrat. Perayaan Waisak di Borobudur sempat terhenti ketika perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, terhenti pula pada pemugaran tahun 1973. Selama masa pemugaran tersebut, perayaan dipindah ke Candi Mendut. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, menjadi sebuah kesatuan atas cita-cita yang diimajinasikan bersama. Candi Borobudur sebagai salah satu imaji utama identitas bangsa, sehingga berhak dimiliki dan dimanfaatkan semua anggota masyarakat. Candi Borobudur pernah lama tidak difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan setelah dibangun pada abad ke-8 dan ke-9. Namun, tradisi perayaan Waisak menjadi bukti toleransi dan upaya saling menghargai serta menghormati perbedaan yang ada.

Dan sebagai bentuk toleransi beragama, maka Pengadilan Agama Kuala Kapuas telah membuat ucapan “Selamat Hari Raya Waisak 2021”, dan ucapan tersebut telah ditayangkan di di akun medsos resmi Pengadilan Agama Kuala Kapuas yaitu di Website, FB, IG dan Twitter Pengadilan Agama Kuala Kapuas. (isn)

Terimakasih telah membaca Berita Terkini - PA Kuala Kapuas Mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak Tahun 2021. Silahkan tinggalkan komentar, saran dan pesan Anda untuk kemajuan website Pengadilan Agama Kuala Kapuas. Terimakasih untuk dukungan dan partisipasi Anda.
Total Komentar    Belum Ada Komentar
  • Nama harus diisi, Email tidak akan disebarluaskan, Terimakasih.
  • Mohon untuk menggunakan ejaan yang benar / kata-kata yang mudah dimengerti