AUDIT PERTANGGUNG JAWABAN BERKAS PERKARA DAN KEUANGAN PIHAK KETIGA DALAM RANGKA SERAH TERIMA JABATAN KETUA PA KUALA KAPUAS

Kuala Kapuas-Kamis, 30 Agustus 2018 Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah, Yang Mulia Drs. H. Helmy Thohir, M.H. ditemani 3 orang staf mendatangi Pengadilan Agama Kuala Kapuas sekira pukul 09.00 waktu setempat.

kedatangan beliau tersebut adalah untuk melakukan audit pertanggungjawaban berkas perkara dan keuangan pihak ketiga dalam rangka serah terima jabatan ketua Pengadilan Agama Kuala Kapuas Yang Mulia Dra. Hj. Norhayati, M.H. yang sebentar lagi akan pindah menjadi Ketua Pengadilan Agama Tasikmalaya, Jawa Barat. ”kedatangan kami kemari adalah dalam rangka audit, karena ketua Pengadilan Agama Kuala Kapuas mendapatkan tugas di tempat baru, Pengadilan Agama Tasikmalaya” Ujar Yang Mulia Drs. H. Helmy Thohir, M.H.

Audit tersebut dilakukan untuk melihat beberapa hal, pertama perihal keadaan perkara yang mencakup Jumlah perkara yang belum dibagi, Jumlah perkara yang sudah dibagikan kepada Majelis Hakim, dan belum diputus dengan menyebutkan nama Ketua Majelis Hakim/Majelis Hakim pemegang berkas yang bersangkutan, Jumlah perkara yang telah diputus, yang belum diminutasi, dengan menyebutkan Ketua Majelis Hakim/Majelis Hakim pemegang berkas perkara yang bersangkutan, Jumlah perkara banding, Kasasi dan PK yang belum dikirimkan ke Pengadilan Tingkat Banding atau Mahkamah Agung, Jumlah perkara banding, Kasasi dan PK yang telah dikirimkan ke Pengadilan Tingkat Banding atau Mahkamah Agung yang belum diputus, Jumlah perkara yang dieksekusi tetapi masih bergantung, Atau perkara-perkara lainnya selain gugatan dan Permohonan.

Kedua, perihal keadaan keuangan titipan pihak ketiga yang mencakup Keadaan Keuangan Perkara seperti Keadaan keuangan perkara-perkara yang masih berjalan, Keadaan Keuangan Perkara-perkara yang masih dalam upaya hukum banding, Kasasi dan PK, Keadaan Keuangan Perkara yang telah diputus, tetapi belum diberitahukan kepada pihak-pihak atau pihak lawan, Keadaan Keuangan Perkara yang telah diputus tetapi belum sidang ikrar talak (perkara cerai talak), sisa panjar biaya perkara yang belum dikembalikan/diambil oleh pihak Pemohon/Penggugat, Keadaan Keuangan perkara Eksekusi, Keadaan Keuangan PNBP/HHK/HHK Lainnya, dan Keadaan Keuangan Biaya Administarsi Penyelesain Perkara (BAPP).

Ketiga, perihal keadaan keuangan DIPA yang mencakup Keadaan Keuangan Buku Kas Umum dan Realisasi Penyerapan DIPA dan Keadaan Keuangan Buku Kas Umum dan Realisasi Penyerapan DIPA. dan Keempat perihal daftar pinjaman kepada pihak ketiga yang mencakup daftar pinjaman kepada pihak Ketiga (apabila ada) dan atau menggunakan/ membawa barang-barang inventaris Kantor (dinyatakan dalam surat pernyataan yang ditanda tangani Ketua/Panitera yang bersangkutan).

Selain melakukan audit pertanggungjawaban berkas perkara dan keuangan pihak ketiga dalam rangka serah terima jabatan ketua Pengadilan Agama Kuala Kapuas, beliau juga meninjau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang kini telah diterapkan oleh Pengadilan Agama Kuala Kapuas.

[Epri Wahyudi]

Prosedur Permohonan Informasi

” Tata Cara Memperoleh Informasi “

” Permohonan, Pencarian, Verifikasi dan Pemberitahuan Informasi “

PASAL 23

Setiap orang  dapat  mengajukan permohonan memperoleh informasi yang  tidak  tersedia dalam situs Pengadilan dengan  cara mengisi formulir permohonan yang disediakan oleh Pengadilan.
Petugas informasi dan dokumentasi memberikan tanda  terima atas suatu  permohonan informasi.
PASAL 24

Permohonan meminta  fotokopi putusan dan penetapan  Pengadilan  pada semua tingkat peradilan diajukan kepada Pengadilan Tingkat Pertama.

PASAL 25

Petugas infomasi dan dokurnentasi memberikan keterangan selambat-lambatnya  dalam waktu 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak tanggal permohonan diterima.
Keterangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berisi:
Ada atau tidak infomasi yang dimohonkan;
Diterima atau ditolak permohonan, baik sebagian atau seluruhnya;
Penolakan permohonan  informasi, baik seluruhnya atau sebagian, harus memuat alasan-alasan.
Dalam hal permohonan  diterima,  keterangan  sebagaimana  dimaksud  dalam  ayat  (2) memuat pula biaya yang diperlukan.
PASAL 26

Petugas informasi dan dokumentasi dapat memperpanjang waktu pemberian  keterangan sebagaimana dimaksud Pasal 25 dalam hal informasi yang dimohon:
ber-volume besar; atau
tidak  secara tegas dinyatakan  sebagai  informasi  yang  terbuka  sehingga  petugas informasi dan dokumentasi perlu berkonsultasi dengan penanggungjawab.
Perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak boleh lebih dari 2 (dua) hari kerja  untuk  Pengadilan  Tingkat  Pertama  dan  Pengadilan  Tingkat  Banding  dan 5 (lima) hari kerja untuk Mahkamah Agung.

PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN DI PENGADILAN AGAMA KUALA KAPUAS

Kuala Kapuas-Jumat, 24 Agustus 2018 para Hakim dan seluruh pegawai Pengadilan Agama Kuala Kapuas melakukan penyembelihan hewan qurban di halaman samping Pengadilan Agama Kuala Kapuas. Penyembelihan hewan qurban tersebut adalah bagian dari perayaan hari raya Idul Adha 1439 H yang jatuh pada hari Rabu kemaring, tanggal 22 Agustus 2018 atau 10 Dzulhijah 1439 H. dalam penyembelihan tersebut yang menjadi koordinator kegiatan adalah Bapak Abdullah, S.H.I., M.H.

Hewan qurban tersebut adalah hasil sumbangan dari para hakim dan beberapa pegawai yaitu Ibu Dra. Hj. Norhayati, M.H. (Ketua), Bapak H. Ahmad Farhat, S.Ag., S.H., M.H.I., (Wakil Ketua), Bapak Abdullah, S.H.I., M.H. (Hakim), Bapak Zuhairi Bharata Ashbahi, S.H.I., M.H. (Hakim), Bapak Drs. Moklis (Panitera), Ibu Hj. Ai Sundayati, S.Ag. (Panitera muda gugatan), dan Bapak Mariansyah Noor, S.Ag. (Panitera Pengganti)

Semua hakim dan pegawai saling bergotong-royong dalam proses penyembelihan tersebut. adapun yang menjadi pemotong hewan qurban tersebut adalah Bapak H. Abdul Khair, S.Ag. Setelah pemotongan dan pembersihan hewan qurban selesai, sebagian daging-daging dibagikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Pengadilan Agama Kuala Kapuas, dan sebagian di bagikan kepada para personel Pengadilan Agama Kuala Kapuas dan beberapa di olah untuk di makan bersama-sama di kantor Pengadilan Agama kuala Kapuas

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua yang telah berpartisipasi, telah mau berlelah-lelah untuk melakukan penyembelihan, memasak, sampai semuanya selesai. terimakasih untuk semuanya” ujar Ketua Pengadilan Kuala Kapuas Ibu Dra. Hj. Norhayati, M.H. dalam sambutannya sebelum makan siang bersama

[Epri Wahyudi]

PA KUALA KAPUAS ADAKAN UPACARA PERINGATAN HUT MAHKAMAH AGUNG RI KE-73

Kuala Kapuas-Kemarin, Minggu, 19 Agustus 2018 bertempat di halaman depan kantor Pengadilan Negeri Kuala Kapuas para hakim dan pegawai Pengadilan Agama Kuala Kapuas dan Pengadilan Negeri Kuala Kapuas bersama-sama mengadakan upacara dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Mahkamah Agung RI yang ke-73. Upacara tersebut di pimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kapuas yaitu Ibu Nurhayati Nasution, S.H., M.H. (20/08/2018)

Menurut sejarah yang tercatat bahwa setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 19 Agustus 1945 Presiden Soekarno mengangkat atau melantik Prof. Koesoemah Atmadja sebagai ketua Mahkamah Agung RI yang pertama. Pada hari tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Mahkamah Agung RI melalui surat keputusan KMA/043/SK/VIII/1999 Tentang Penetapan Hari Jadi Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Pada kesempatan upacara tersebut seluruh peserta menggunakan pakaian olahraga, hal tersebut sesuai dengan instruksi dari sekretaris Mahkamah Agung RI melalui surat  Nomor: 1074/SEK/HM.01.2/08/2018 Perihal Upacara Bendera Memperingati Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung RI Ke-73.

Dalam upacara tersebut pembina upacara menyampaikan amanat dari Ketua Mahkamah Agung RI Yang Mulia Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H. yang bertema Era Baru Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi

Adapun ringkasan dari sambutan secara tertulis dari Yang Mulia Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H. adalah sebagai berikut:

“Tuntutan masyarakat terhadap layanan yang diberikan semakin meningkat seiring dengan massifnya informasi yang sampai ke publik. Saat ini segala sesuatu yang terkait dengan lembaga peradilan sekecil apapun itu akan menjadi besar jika berkaitan dengan pelayanan publik terhadap pelayanan yang kita berikan. Para Hakim dan seluruh aparatur peradilan dituntut untuk bekerja lebih keras lagi agar mampu mewujudkan ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi kepada lembaga peradilan”.

“Segenap warga peradilan yang saya banggakan, tantangan untuk mewujudkan lembaga peradilan yang unggul dengan salah satu parameternya yaitu peradilan yang efektif dan efisien bukanlah pekerjaan yang mudah. Mahkamah Agung mendorong pemanfaatan teknologi informasi sebagai bagian dari modernisasi lembaga peradilan yang dapat membantu mengatasi segala hambatan dan rintangan demi tercapainya peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan. Penerapan teknologi informasi diyakini memberikan keuntungan dari segi kecepatan, konsistensi, ketepatan, dan keandalan”

“Pada pertengahan tahun 2018, tepatnya pada tanggal 4 April2018, Mahkamah Agung telah melakukan lompatan besar di bidang transformasi teknologi dengan menerbitkan Perma Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik. Perma tersebut memberikan payung hukum bagi implementasi  aplikasi e-court dengan fitur utama yaitu pendaftaran perkara (e-filing), pembayaran panjar uang perkara (e-payment) dan penyampaian pemberitahuan dan pemanggilan persidangan secara elektronik (e-summons). Kebijakan ini juga telah menyediakan payung hukum untuk dimulainya persidangan secara elektronik (e-litigation) dengan memperkenalkan proses jawab-jinawab secara elektronik yang bisa terus kita kembangkan dengan kreativitas dan inovasi dengan tetap berpijak pada asas-asas penyelenggaraan peradilan, ini akan menekan interaksi antara pencari keadilan dan aparatur peradilan sehingga menutup celah terjadinya pelanggaran hukum dan etika”.

“Oleh karena itu sejak dini semua pengadilan harus sudah mulai menyediakan dan memaksimalkan sarana dan prasarana baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), serta tidak kalah pentingnya untuk menyiapkan sumber daya manusia (brainware) yang mendukung terlaksananya kebijakan tersebut dengan baik. Saya berharap bahwa di era ini seluruh warga peradilan dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan teknologi informasi sehingga lebih adaptif dengan sistem elektronik yang ada untuk menunjang pelaksanaan tugas peradilan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel”.

[Epri Wahyudi]

Surat Keputusan

PA KUALA KAPUAS DAN PN KUALA KAPUAS ADAKAN UPACARA BENDERA PERINGATI HUT RI KE-73

Kuala Kapuas-Kamis, 17 Agustus 2018, berada di halaman depan kantor pengadilan, seluruh hakim dan pegawai Pengadilan Agama Kuala Kapuas dan juga Pengadilan Negeri Kuala Kapuas mengadakan upacara bendera untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-73. Dalam kesempatan upacara bendera tersebut yang menjadi pembina adalah Yang Mulia Ibu Nurhayati Nasution, S.H., M.H.

Adapun yang bertindak sebagai petugas dalam upacara bendera tersebut ialah perwakilan dari Pengadilan Agama Kuala Kapuas, diantaranya sebagai : sebagai pemimpin upacara adalah Agus Adhari, S.H.I, S.H., LL.M. sebagai pengibar bendera Ahmad Rasyidi Halim, S.H., Santi, S.Sy. Akhmad Adib Setiawan, S.H.I. sebagai MC adalah Mariatul Kiptiah, S.H., Pembaca UUD RI 1945 adalah Rahmatiah, S.Sy. pembaca teks proklamasi adalah Ahmad Rafuan, S.Sy. sebagai pemandu lagu adalah Barir Masna Af’idah, S.H.I. sebagai pembaca doa adalah Zainul Hal, S.Sy., M.Si., sebagai Ajudan adalah Ali Ziah Husnul Labib, S.H. dan sebagai dokumentator adalah Epri Wahyudi, S.H.I.

Dalam kesempatan upacara bendera tersebut, pembina upacara menyampaikan amanat tertulis dari Gubernur Kalimantan Tengah dengan tema yang saling bersinergi, yaitu “Energi dan Kerja”

“Memaknai kemerdekaan adalah merefleksikan kita pada nilai-nilai yang positif seperti gotong royong, kebersamaan, pengorbanan, kegigihan, dan semangat pantang menyerahm serta mengutamakan keharmonisan dalam kebhinekaan untuk mengarah pada satu tujuan bersama, sebagaimana teladan yang ditunjukkan oleh para pendahulu kita, pejuang kemerdekaan” begitu salah satu kutipan dalam amanat

[Epri Wahyudi]

PA KUALA KAPUAS ANTAR CAKIM UNTUK PPC TERPADU 2018

Kuala Kapuas-Kamis, 16 Agustus 2018 Pengadilan Agama Kuala Kapuas mengadakan acara Pengantar Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim (PPC) Terpadu di lingkungan Pengadilan Agama Kuala Kapuas.

Para calon hakim tersebut diantaranya ialah, Agus Adhari, S.H.I. S.H., LL.M. Barir Masa Af’idah, S.H.I., Akhmad Adib Setiawan, S.H.I., Zainul Hal, S.Sy., M.Si., Ahmad Rafuan, S.Sy., Mohammad Imaduddin, S.Sy., M.H., Santi, S.Sy., Nida Fathanah, S.Sy., Rahmatiah, S.Sy., Ahmad Rasyidi Halim, S.H., M.H., Epri Wahyudi, S.H.I., Ali Zia Husnul Labib, S.H.

Acara tersebut terdiri dari beberapa sambutan-sambutan, pertama perwakilan sambutan dari Calon Hakim yang diwakili oleh Agus Adhari, S.H.I. S.H., LL.M. “saya menyampaikan kesan dan pesan mewakili teman-teman calon hakim semuanya, kesan kami disini awalnya hanya 80 hari, hari yang tidak singkat tetapi lambat laun kami mengenal banyak pihak, mengenal bapak-ibu semuanya sehingga kami sudah merasa bapak ibu sekalian adalah seperti bapak ibu kami sendiri” ujarnya

“Jadi itu adalah kesan kami di Kapuas ini, untuk itu dalam proses ini kami memohon doa dari bapak ibu semuanya, semoga perjuangan kami untuk menjadi seorang hakim diberi kemudahan, doakan kami jika kemudian setelah diangkat menjadi hakim mohon doakan kami menjadi hakim yang amanah, menjunjung integritas, dan selalu menjunjung nilai-nilai yang kebaikan, mohon maaf atas segala kekhilafan kami selama berada di PA Kuala Kapuas ini” tambahnya

Adapun kemudian perwakilan dari PA Kuala Kapuas dalam menyampaikan sambutan tanggapan adalah Yang Mulia Bapak Abdullah, S.H.I., M.H. yang kebetulan juga adalah mentor para calon hakim selama berada di Pengadilan Agama Kuala Kapuas bersama Yang Mulia Bapak Zuhairi Bharata Ashbahi, S.H.I., M.H.

“Selama adik-adik cakim berada disini, jujur saja saya secara pribadi dan mungkin juga dirasakan semua orang yang ada di PA Kuala Kapuas merasa kebersamaan yang sangat hangat, kita merasakan banyak hal dengan adanya adik-adik cakim, kami juga banyak di bantu oleh adik-adik sekalian dalam keseharian di PA Kuala Kapuas ini” Ujar Bapak Abdullah

Beliau berpesan kepada para calon hakim dengan mengutip salah satu hadits, “manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, manfaatkanlah masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, manfaatkan masa lapangmu sebelum datang masa sibukmu, dan manfaatkanlah masa hidupmu sebelum datang masa matimu” kutipnya dalam sebuah hadits

Selain itu, beliau juga mengingatkan para calon hakim untuk juga selalu mengamalkan sholat sunah Dhuha dan Tahajud “kalau bisa diamalkan untuk sunah Dhuha dan Tahajud, dengan memohon agar segala sesuatunya, hajatnya dimudahkan” pesan beliau kepada para calon hakim

“Apabila ada hal-hal yang tidak berkenan kami mohon maaf, apabila ada yang baik silahkan diambil, dan apabila ada yang kurang baik semoga itu bisa menjadi suatu bentuk pelajaran” tutupnya dalam sambutan

Sambutan terakhir adalah disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Kuala Kapuas, Yang Mulia Ibu Dra. Hj. Norhayati, M.H. dalam sambutannya tersebut beliau menyampaikan “Kami merasa terbantu dengan kedatangan cakim yang penuh inovasi dan kreatifitas” ujar beliau

“Semoga ditempat baru, di kota besar berarti banyak perkara sehingga semoga bisa mendapatkan ilmu yang lebih banyak di PA yang baru nanti. Apapun yang sudah di dapat di PA Kuala Kapuas mohon untuk selalu di amalkan dan dikembangkan, nilai kebaikan sekecil apapun silahkan diambil dan dikembangkan” tambah baliau

[Epri Wahyudi]

Daftar Aset dan Inventaris

SOP Kepaniteraan

SOP Kesekretariatan