PROSEDUR MEMPEROLEH INFORMASI

1.    Setiap orang  dapat  mengajukan permohonan memperoleh informasi yang  tidak  tersedia dalam situs Pengadilan dengan cara mengisi formulir
permohonan yang disediakan oleh Pengadilan.

2.    Petugas informasi dan dokumentasi
memberikan tanda terima atas suatu  permohonan informasi. Permohonan meminta fotokopi putusan dan penetapan  Pengadilan pada semua tingkat
peradilan diajukan kepada Pengadilan Tingkat Pertama.

3.    Petugas infomasi dan dokumentasi
memberikan keterangan selambat-lambatnya  dalam
waktu 3 (tiga) hari kerja terhitung
sejak tanggal permohonan diterima. Keterangan sebagaimana dimaksud berisi:

a.   Ada atau tidak infomasi yang dimohonkan;

b.   Diterima atau ditolak permohonan,
baik sebagian atau seluruhnya;

c.   Penolakan permohonan  informasi, baik seluruhnya atau sebagian, harus memuat alasan-alasan.

d.   Dalam hal permohonan  diterima,  keterangan  memuat pula biaya yang diperlukan.

4.    Petugas informasi dan dokumentasi
dapat memperpanjang waktu pemberian  keterangan dalam hal informasi
yang dimohon:

a.   bervolume besar; atau

b.   tidak  secara tegas dinyatakan  sebagai  informasi  yang  terbuka  sehingga  petugas informasi dan dokumentasi perlu berkonsultasi dengan penanggungjawab.

c.    Perpanjangan waktu tidak boleh
lebih dari 2 (dua) hari kerja  untuk  Pengadilan  Tingkat
Pertama
dan  Pengadilan
Tingkat  Banding  dan 5 (lima) hari kerja untuk
Mahkamah Agung.

 

Kategori Informasi

SOSIALISASI PTSP DAN SAPM PENGADILAN TINGGI AGAMA KALTENG DI PA KUALA KAPUAS

Kuala Kapuas-Selasa, 07 Agustus 2018 Pengadilan Agama Kuala Kapuas menerima tamu dari Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah, yaitu Bapak Drs. Wardi Syukri, S.H., M.H., Dr. Ufie Ahdie, S.H., M.H., dan Bapak Sofyansaleh Efriyono, S.Pd.I. Kedatangan Tim dari PTA Kalimantan tengah tersebut adalah untuk melakukan pembinaan terkait Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Surveillance SAPM yang akan dilakukan pada bulan November tahun ini.

“Kami ucapkan selamat datang di tambun Bungai, kota air kota aman, indah, dan ramah. Kami menerima dengan baik bapak Drs. Wardi Syukri, S.H., M.H. beserta rombongan. Terimakasih sudah mau mengunjungi PA Kuala Kapuas. Untuk selanjutnya dipersilahkan untuk menyampaikan pembinaannya” sambut ketua Pengadilan Agama Kuala Kapuas Ibu Dra. Hj. Norhayati, M.H.

“Terimakasih kepada ketua wakil ketua dan lainnya yang telah menerima kami disini. Jadi kedatangan kami pertama atas perintah atasan untuk sosialisasi PTSP dan persiapan Surveillance SAPM. Untuk PTSP nanti akan disampaikan oleh Bapak Dr. Ufie Ahdie, S.H., M.H. sedangkan untuk SAPM akan di sampaikan oleh Bapak Sofyansaleh Efriyono, S.Pd.I.” ujar Bapak Drs. Wardi Syukri, S.H., M.H. yang juga adalah hakim tinggi pengawas daerah.

Terkait PTSP, saat ini Badan Peradilan Agama (Badilag) MA RI sedang mengadakan lomba video penerapan PTSP di peradilan tingkat pertama dan kedua lingkungan peradilan agama. Pada momen tersebut PA Kuala Kapuas adalah salah satu Pengadilan Agama tingkat pertama yang di tunjuk untuk mengikuti lomba tersebut bersama PA Sampit untuk wilayah Kalimantan Tengah.

“Maksud kedatangan kami adalah memantau kesiapan PA Kapuas yang menjadi salah satu kandidat yang di usulkan mengikuti lomba pembuatan Vidio aplikasi PTSP, dimana PA dan PTA harus membuat dan mengimplementasikan PTSP, yang dinilai adalah terkait tata letak dan desain PTSP, kelengkapan sarana dan prasarana, kecakapan dan keramahan petugas PTSP, prosedur baku PTSP, ketersediaan dan kejelasan informasi PTSP “ ucap bapak Dr. Ufie Ahdie, S.H., M.H. saat memulai sosialisasinya terkait PTSP kepada seluruh personel PA Kuala Kapuas

“Vidio harus menggambarkan proses pelayanan informasi, pendaftaran perkara, pembayaran panjar biaya perkara, penyerahan produk pengadilan, layanan pengaduan, durasi 10 menit, diserahkan ke badilag tgl 10 Agustus” tambah Bapak Dr. Ufie Ahdie, S.H., M.H.

Dalam sosialisasinya tersebut bapak Dr. Ufie Ahdie, S.H., M.H. memutar video hasil implementasi dari penerapan SAPM di Pengadilan Negeri Batam kelas IA dan Pengadilan Negeri Tanjung Kelas II sebagai perbandingan pembuatan video untuk dilombakan. Selain itu beliau menyampaikan dasar dari PTSP dilingkungan peradilan di Indonesia “Dasar dari PTSP adalah Perpres 97/2014, SKMA 026/KMA/SK/II/2012” begitu sampainya

Terkait persiapan sosialisasi Surveillance SAPM kemudian disampaikan oleh bapak Sofyan Saleh Efriyono, S.Pd.I. “Saya yakin PA Kuala Kapuas sudah paham bagaimana itu SAPM, karena sudah memiliki akreditasi A Excellent” ujarnya dalam pembukaan sosialisasinya terkait SAPM kepada seluruh personel PA Kuala Kapuas

“Hal-hal utama dari penilaian SAPM adalah, pertama unsur administrasi menejemen yang nilainya 40 persen, kedua unsur kesekretariatan yang nilainya 20 persen, ketiga unsur kepaniteraan yang nilainya 30 persen, dan keempat saya yang nilainya 10 persen” ujar bapak Sofyansaleh Efriyono, S.Pd.I. dalam materinya

Dalam sosialisasi tersebut beliau juga memutar video sebagai media penyampaian. “Saya akan menayangkan video, yang menggambarkan tentang SAPM” ucap beliau sebelum menyampaikan ceramah sosialisasi yang selanjutnya

SAPM di peradilan agama beda dengan di peradilan umum, kalau di umum pertama yang ditekan adalah pada sarana dan prasarana, kalau di peradilan agama yang diutamakan adalah di bidang pelayanan. “Jadi kalau di PA semua pihak harus terlibat dalam melayani, tidak bisa ketua saja. Semua pihak harus terlibat oleh karena itu Khusus untuk SAPM ini bukan kerja satu orang, tetapi kerja bersama, sehingga semua pihak harus bergerak” ceramah beliau setelah memutar video yang menggambarkan SAPM.

“Kemudian untuk menghadapi Surveillance SAPM, PA Kuala Kapuas harus melakukan evaluasi dan melakukan persiapan untuk selanjutnya. Dalam evaluasi yang pernah saya lakukan di beberapa PA setidaknya ada beberapa hal. Yaitu: masih terlalu fokus pada pemenuhan dokumen, seluruh pegawai belum terlibat aktif, kebersihan tidak sesuai dengan akreditasi yang didapatkan, sarana prasarana perlu penataan yang rapi dan sesuai fungsinya. Itu evaluasi untuk kita bersama” ujar bapak Sofyansaleh Efriyono dalam memberikan gambaran evaluasi terkait SAPM

Kemudian terkait apa yang dapat dilakukan untuk persiapan Surveillance SAPM beliau memberikan masukan untuk hal tersebut. “Yang dapat dilakukan dalam persiapan adalah terkait beberapa hal, pertama rapat tinjauan menejemen setelah asesmen eksternal sudah atau belum, kedua tindak lanjut asesmen dilakukan atau tidak, ketiga revisi dokumen sesuai dengan pedoman SAPM edisi terbaru atau tidak, keempat survei kepuasan sudah dilakukan atau belum, dan kelima juga fokus pada dokumen dan penerapannya sudah atau belum” bapak Sofyansaleh Efriyono dalam memberikan masukan

Sebelum beliau mengakhiri ceramah sosialisasinya terkait SAPM, beliau memberikan semangat kepada seluruh personel PA Kuala Kapuas dengan memberikan pertanyaan “Apakah PA Kuala Kapuas siap mempertahankan akreditasi A Excellent ? Jawab Seluruh Personel PA Kuala Kapuas “Siapp!!””

[Epri Wahyudi]

DHARMAYUKTI KAPUAS ADAKAN SOSIALISASI KELUARGA BERENCANA

 Kuala Kapuas-Jumat, 03 Agustus 2018 Dharmayukti Karini cabang Kapuas kembali mengadakan kegiatan rutin bulanan yang dilaksanakan di ruang sidang utama Pengadilan Agama Kuala Kapuas.

Pada kegiatan rutinan kali ini tidak hanya melakukan kegiatan arisan dan laporan tiap bidang organisasi saja, tetapi juga mengadakan kegiatan sosialisasi tentang keluarga berencana (KB).

Kegiatan sosialisasi keluarga berencana tersebut dilakukan bersama Ikatan Bidan Dinas Kesehatan Kapuas. Dalam sosialisasi tersebut banyak memabahas persoalan kesehatan reproduksi bagi perempuan.

Selain menggunakan presentasi sebagai media sosialisasi, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas juga menggunakan film sebagai media sosialisasi, film tersebut membahas tentang cara memilih alat kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kesesuaian masing-masing orang atau pasangan suami-istri.

Adanya sosialisasi tersebut adalah bertujuan untuk menjadikan keluarga berencana yang sehat dan harmonis dalam menjalani kehidupan sehari-hari, khususnya kepada keluarga-keluarga para anggota Dharmayukti Karini cabang Kapuas.

[Epri Wahyudi]

SOSIALISASI E-COURT DI PA KUALA KAPUAS

 Kuala Kapuas-Setelah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) pada hari Kamis-Jumat, tanggl 26-27 Juli 2018 di Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah salah satu personel Pengadilan Agama Kuala Kapuas Sdr. Abdul Latif, S.Pd.I. mensosialisasikan hasil Bimtek tersebut kepada seluruh personel Pengadilan Agama Kuala Kapuas pada hari Kamis, tanggal 02 Agustus 2018 di Ruang siding utama Pengadilan Agama Kuala Kapuas.

“Saya akan menyampaikan hasil dari Bimtek terkait E-Court yang telah saya ikuti kemarin pada hari Kamis-Jumat, tanggl 26-27 Juli 2018 di aula Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah “ ujar Sdr. Abdul Latif, S.Pd.I. yang juga salah satu staf bidang kepaniteraan di Pengadilan Agama Kuala Kapuas

E-Court atau peradilan dengan menggunakan sistem elektronik adalah salah satu pembaharuan dalam sistem peradilan di Indonesia yang diinisiasi oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Administrasi Perkara Di Pengadilan Secara Elektronik.

Dalam sosialisasinya Sdr. Abdul Latif, S.Pd.I. menyampaikan bagaimana teknis sistem E-Court yang nanti akan dijalankan oleh seluruh peradilan yang ada di Indonesia, hanya saja untuk saat ini E-Court masih belum bisa dilaksanakan oleh seluruh Pengadilan yang ada di Indonesia karena E-Court karena masih dalam tahap percobaan “karena ini masih project pilot Mahkamah Agung, jadi belum semua peradilan melaksanakan, hanya beberapa pengadilan saja yang melaksanakan. Tetapi kedepan semua akan melaksanakan E-Court ini” tambahnya

Selain itu, untuk saat ini E-Court tersebut belum bisa diakses oleh masyarakat secara umum, E-Court baru diperuntukkan oleh seseorang yang memiliki lisensi sebagai Advokat “Untuk saat ini E-Court ini baru untuk para Advokat/Pengacara, belum bisa diakses oleh masyarakat secara umum. Setiap Advokat harus melakukan registrasi terlebih dahulu ke alamat ecourt.mahkamahagung.go.id” begitu ujarnya yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis bagaimana sistem E-Court berjalan

[Epri Wahyudi]

PA KUALA KAPUAS LEPAS MAHASISWA MAGANG UIN ANTASARI BANJARMASIN

  Kuala Kapuas-Kamis, 02 Agustus 2018 adalah tepat satu bulan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin melakukan magang peradilan di Pengadilan Agama Kuala Kapuas, hal tersebut mengartikan bahwa masa magang Mahasiswa tersebut sudah selesai. Oleh karena itu pada hari ini Sembilan mahasiswa yang terdiri dari Budi Setriani, Ahmad Husaini, Syaiful Anwar, Zairul Firdaus, Noor Eliya, Mirayanti, Maya, Siti Maysarah, dan Puspa Nur Halidah berpamitan kepada seluruh personel Pengadilan Agama Kuala Kapuas

Acara pamitan kesembilan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Pengadilan setelah acara rapat koordinasi dan pembinaan bulanan. pada kesempatan perpisahan tersebut Budi Setriani salah seorang mahasiswa mewakili kawan-kawannya yang lain menyampaikan kesan dan pesan selama masa magang dilaksanakan “Saya mewakili teman-teman yang lainnya mengucapkan sangat berterimakasih kepada seluruh  pihak di Pengadilan Agama Kuala Kapuas yang dari awal sampai akhir telah membimbing kami, terutama bapak Abdullah, S.H.I., M.H. selaku mentor selama proses magang berlangsung, kami banyak belajar disini, dari setiap bagian-bagian kerja yang ada disini. Terimakasih dikesibukan bapak-ibu masih sempat memberikan ilmu kepada kami. untuk pesan kami hanya ingin menyampaikan bahwa ini adalah institusi peradilan maka junjung tinggi keadilan” ujarnya dalam menyampaikan kesan dan pesan dan kesannya

setelah perwakilan mahasiswa menyampaikan kesan dan pesannya kemudian disusul sambutan oleh Bapak Abdullah, S.H.I., M.H. salah satu hakim di Pengadilan Agama Kuala Kapuas yang juga ditugaskan menjadi mentor bagi mahasiswa magang “semoga apa yang sudah adik-adik dapatkan selama magang di PA Kuala Kapuas dapat bermanfaat dimasa yang akan datang, mohon maaf kalau selama magang saya banyak memberikan tugas, tak lain adalah untuk adik-adik sekalian. Saya memberikan apresiasi tinggi kepada adik-adik yang aktif dalam berdiskusi, disiplin dan rajin selama masa magang ini, Doa saya adalah semoga adik-adik sukses dengan apa yang dicita-citakan” ujar beliau dalam sambutannya

setelah itu kemudian ditutup dengan pelepasan mahasiswa yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Agama Kuala Kapuas secara langsung “apa yang sudah diberikan oleh mentor dan yang didapat selama magang semoga bisa dicerna dan diaplikasikan dengan baik, maka dengan mengucap Alhamdulillahirobbil alamiin Kami telah melepas adik-adik UIN Antasari Banjarmasin dalam program magang ini” tutup Ibu Dra. Hj. Norhayati, M.H. dalam melepas mahasiswa magang tersebut

[Epri Wahyudi]

RAPAT KOORDINASI DAN PEMBINAAN BULANAN PA KUALA KAPUAS

Kuala Kapuas-Bertempat di ruang sidang utama, seluruh personel Pengadilan Agama Kuala Kapuas mengadakan rapat koordinasi dan pembinaan rutin bulanan yang biasa dilakukan saat awal bulan. untuk bulan agustus ini rapat dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 2 Agustus 2018.

seperti biasa, rapat koordinasi dan pembinaan bulanan tersebut di pimpin langsung oleh Ketua Pengadilan yaitu Ibu Dra. Hj. Norhayati, M.H. dan di dampingin oleh Wakil Ketua Pengadilan Bapak H. Ahmad Farhat, S.H.I., S.H., M.H. serta Panitera pengadilan Bapak Drs. H. Moklis dan Sekretaris Pengadilan yaitu Bapak H. Asni, S.Ag.

pada kesempatan rapat koordinasi dan pembinaan kali ini ketua pengadilan, Ibu Dra. Hj. Norhayati, M.H. menyampaikan hal terkait pengawasan “terkait hasil pengawasan , kami ucapkan terimakasih atas laporannya, bahwa terkait minutasi ada beberapa yang belum selesai, oleh karena itu saya mohon untuk segera pekerjaan diselesaikan, karena minutasi adalah salah satu hal yang menjadi sorotan oleh Bapak Dirjen Badilag pada saat rakor kemarin di Balikpapan” ujarnya

kemudian beliau juga mengingatkan seluruh personel Pengadilan Agama Kuala Kapuas supaya tidak tergoda dengan hal-hal yang buruk dalam menangani perkara yang masuk “terkait penanganan, kita harus bebas dari segala godaan dalam menanganinya, sehingga kita bisa selamat dunia dan akhirat. semoga kita selalu terhindar dari hal-hal demikian” tambahnya

terakhir beliau menyampaikan pesan Bapak Dirjen Badilag kepada seluruh personel Pengadilan Agama Kuala Kapuas “terakhir, ada pesan dari pak dirjen untuk seluruh peradilan agama pada saat rapat koordinasi bulan lalu di balik papan, bahwa beliau menyampaikan kalian ini mau di apresiasi atau di evaluasi, kalo diapresiasi berarti kinerja kita baik, kalo di evaluasi berarti kinerja kita bermasalah. oleh karena itu kita harus menyelesaikan segala kerjaan sesuai dengan job description kita dengan baik” ujar Ibu Dra. Hj. Norhayati, M.H. dalam mengakhiri sambutannya tersebut

[Epri Wahyudi]