Observasi Surveillance ke II di Pengadilan Agama Kuala Kapuas Tahun 2019

Kuala Kapuas – Rabu 20 November 2019,Pengadilan Agama Kuala Kapuas kedatangan Tim Asessmen Eksternal Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya, Tim Asessmen Eksternal Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya telah melakukan Observasi Surveillance Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) yang ke dua kalinya di Pengadilan Agama Kuala Kapuas Kelas II dengan dipimpin Lead Asessor Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya Bapak Mukti Ali, S.Ag., MH. Didampingi Tiga Orang Pendamping Asessor antara lain Bapak Mursidi, SH., Bapak Dr. Ufie Ahdie, SH., M.H,. dan Bapak H. Abdul Ghoni Hamid, S.HI., M.HI,. Menyandang predikat tertinggi “A” (Excelent) dalam penilaian Akreditasi Penjaminan Mutu dari Ditjen Badilag tahun lalu, justru membuat Pengadilan Agama Kuala Kapuas semakin mawas diri dan berbenah. Untuk mempertahankannya, Pengadilan Agama Kuala Kapuas berupaya konsisten dalam mengimplementasikan program ini, agar pada assessment surveillance kedua dibulan November  kali ini, tetap meraih predikat yang sama A (excellent) .

H. Ahmad Farhat, S.Ag., SH., M.HI Ketua Pengadilan Agama Kuala Kapuas selaku Top Manajemen APM Pengadilan Agama Kuala Kapuas mempresentasikan “Evaluasi Implementasi Akreditasi Penjaminan Mutu pada Pengadilan Agama Kuala Kapuas” di hadapan Tim Asessmen Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya yang. Dalam persentasinya Beliau mengakui bahwa masih ada kekurangan dalam memenuhi standar APM antara lain ialah harus adanya WC Khusus untuk disabilitas, karena menurut beliau kalau harus memenuhi eviden tersebut harus memerlukan ruangan baru sedangkan yang tersedia dilayanan sudah terpisah hanya ada 2 WC, untuk laki-laki dan Perempuan, dan juga pastinya akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dan juga tambah beliau, bahwa selama Pengadila Agama Kuala Kapuas berkantor baru di Jalan Pemuda Sejak 2012 lalu belum ada penyandang disabilitas yang berperkara maupun yang hadir untuk menemani masyarakat yang berperkara di Pengadilan Agama Kuala Kapuas ini.

Sementara itu Bapak Mukti Ali, S.Ag., MH. menyatakan bahwa maksud diadakannya Asessmen Surveillance ini adalah untuk memantau dan mengukur konsistensi penerapan Akreditasi Penjaminan Mutu yang dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan mutu layanan kepada para pencari keadilan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *